Briefly noted: Davids announces congressional office staff

first_imgSharice Davids has announced her first two staff hires.Sharice Davids announces district director, chief of staff. Incoming Rep. Sharice Davids announced this week that her campaign communications director Danielle Hull Robinson will become the district director in her congressional office. Allison Teixeira Sulier, who served as a senior advisor on her campaign, will become chief of staff. Robinson and her husband Cole, who reside in Prairie Village, were Davids’ first dedicated campaign staff members. Sulier previously worked for Sen. Amy Klobuchar of Minnesota. Davids office has also posted opening for two additional positions, staff assistant and constituent outreach representative.last_img

World’s First Commercially Available 5G Phased Array Active Antenna for the 28 GHz Band

first_imgAnokiwave has introduced a family of Phased Array Antenna Innovator’s Kits. These are the world’s first commercially available electronically scanned active array’s available for the prototyping and evaluation of millimeter-wave environments for 5G applications.The AWMF-0129 is driven by the Anokiwave AWMF-0108 28 GHz 5G Quad Core IC with embedded functions for remote telemetry and low-latency steering. It is a 64-element, single polarization 5G phased array antenna designed to cover the 27.5 to 30 GHz frequency band. The AWMF-0129 is a planar antenna that can be used either as a stand-alone component, or combined and synchronized with other arrays to support hybrid beamforming and MIMO functionality as part of larger array.With 50 dBmi of EIRP (Equivalent Isotropically Radiated Power), the array supports multiple beam widths. A wide beam is available to support channel state information measurements, search modes and broadcast channels. Multiple progressively narrower beams can be used for beam acquisition. And narrow beams allow for interference mitigation, optimizing SNR (Signal-to-Noise-Radio), maximizing EIRP, and range extension. A two-dimensional scan volume of ±60 degrees in both azimuth and elevation is supported.Developed with Ball Aerospace for mmW wireless markets, the AWMF-0129 includes an integrated controller that can steer the single-beam array to a predetermined position within a wide scan volume with minimal latency and system sensitivity.The AWMF-0129 Innovator’s kits are available now and customers may also license the technology for their own array development activities.last_img read more

TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa

first_imgAdapun prototip pertama yang dihadirkan oleh pihak TGV ini masih menggunakan turbin gas dan sebuah alat yang dapat memproduksi listrik dengan menggunakan minyak. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman beyond.fr, prototipe ini dikenal dengan nama TGV 001. Namun ketika krisis energi menerpa Benua Biru pada tahun 1973, pihak TGV harus memutar otak agar armadanya tersebut bisa bertahan di tengah harga minyak yang melambung tinggi. Ternyata krisis tersebut memaksa TGV untuk menyerah pada keadaan dan menerima kritik dari banyak pihak yang mengatakan bahwa ide tersebut dianggap tidak praktis.Berkaca pada pengalaman sebelumnya, TGV lalu menciptakan prototipe kereta listrik pertamanya pada tahun 1974. Seiring berjalannya waktu, beberapa uji coba dilakukan dan pembenahan di armada tersebut mengantarkan TGV pada penyempurnaan versi akhir dari kereta listrik ini. Diketahui, TGV sukses membangun sebuah kereta cepat bertenaga listrik pada tahun 1980. Setahun berselang, perusahaan tersebut membuka layanan perdananya yang menghubungkan Paris dan Lyon.Sejak saat itu, nama TGV naik ke permukaan dan mulai dikenal oleh banyak orang. Pasar mereka pun meningkat, terlihat dari antusias warga Perancis yang mulai menumpukan alternatif perjalanan mereka dengan menggunakan armada TGV. Kesuksesan tersebut lalu tidak membuat pihak TGV pongah. Alih-alih menikmati kesuksesan, mereka lantas menambah rute perjalanan baru. Tercatat, beberapa jalur perjalanan lain telah dibuka, seperti Paris menuju Tours/Le Mans, Paris menuju Lille, dan Paris menuju Brussels.Tidak membutuhkan waktu terlalu lama bagi TGV untuk mengembangkan jalur-jalur barunya tersebut. Sebut saja TGV Atlantique yang menghubungkan Paris dan Le Mans mulai beroperasi pada tahun 1989, TGV Nord-Eropa yang menghubungkan Paris dengan Lille mulai mengular pada tahun 1993, dan kereta Eurostar yang menghubungkan antara London dan Paris, Lille, Brussels yang mulai beroperasi pada tahun 1994.Baca Juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di DuniaUntuk urusan armada, kereta TGV ini berbentuk semi permanen dengan dua kereta bertenaga di setiap ujungnya. Dengan menambahkan bogie Jacobs di setiap rangkaian kereta, ini dapat memudahkan kereta TGV agar dapat berjalan dengan mulus. Dan di akhir rangkaian, kereta memiliki bogie tersendiri. Kereta TGV bisa diperpanjang dengan rangkaian dua TGV yang lain secara bersama-sama, dengan menggunakan coupler (perangkai) tersembunyi yang berada di moncong (hidung) daripada kereta TGV tersebut.Tidak hanya TGV, beberapa negara lain juga memiliki teknologi yang hampir serupa dengan kereta cepat ini. Sebut saja Thalys yang menghubungkan Perancis ke Belgia, Jerman dan Belanda, dan Eurostar yang menghubungkan Inggris ke Perancis dan Belgia. Ada pula AVE, jaringan kereta berkecepatan tinggi di Spanyol, KTX di Korea Selatan, dan jangan lupakan Shinkansen, jaringan kereta berkecepatan tinggi dari Jepang.Kereta Shinkansen. Sumber: wikipediaTidak lengkap rasanya jika berbicara kereta cepat tanpa menyinggung Shinkansen. Jepang sepertinya sudah dijadikan acuan oleh setiap negara, terutama dalam keretanya. Shinkansen yang kerap kali juga disebut sebagai kereta peluru pertama kali dibuka pada 1 Oktober 1964 untuk menyambut Olimpiade Tokyo. Jalur ini langsung sukses, melayani 100 juta penumpang kurang dari 3 tahun sejak dibuka pada tanggal 13 Juli 1967, dan melayani kurang lebih sekitar satu miliar penumpang pada 1976.Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota berbasis massal di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km per jam, tidak berbeda jauh dengan TGV yang dapat menempuh kecepatan hingga 320 km per jam. Untuk masalah keamanan, tidak ada daftar kecelakaan yang berakibat fatal dalam pengoperasian Shinkansen sejak sekitar 40 tahun yang lalu. Namun ada beberapa orang terluka dan satu kefatalan dikarenakan pintu yang menjepit penumpang atau barang mereka.Dengan hadirnya Shinkansen dan TGV di dunia transportasi, keberadaan keduanya seakan dijadikan panutan oleh negara-negara lain. TGV menjadi panutan bagi negara-negara di Eropa, sedangkan Shinkansen dijadikan panutan oleh negara-negara di Asia. Walaupun, tidak sedikit juga negara di Eropa yang menggaet Shinkansen dalam pengadaan sarana transportasi modern berbasis massal.Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Like this:Like Loading… RelatedOuigo, Kereta Cepat Bergaya TGV dengan Tarif Rendah15/12/2017In “Darat”Eva – Kereta Cepat Berbiaya Murah Kedua, Meluncur 2019 di Spanyol11/02/2018In “Darat”Whoosh! Inilah Lima Kereta Tercepat di Dunia, Proyek di Indonesia Ada di Peringkat Berapa Ya?17/01/2018In “Darat” Sumber: wikipedia Apa yang ada dibenak Anda saat menyebut nama Perancis, sebagian besar dari Anda boleh jadi akan terbanyang Menara Eiffel dan Museum Louvre di Kota Paris. Lain dari itu? Ikon transportasi kereta cepat TGV diyakini akan menyerap memori untuk mereka yang akrab dengan Negara Mode ini. Tak perlu langsung bertandang ke Perancis, pasalnya TGV sudah lumayan lekat dibenak banyak orang karena sering digunakan sebagai latar pengambilan gambar pada film-film ternama.Dirunut dari sejarahnya, Train à Grande Vitesse (TGV) pada awalnya mulai beroperasi pada tanggal 27 September 1981 dengan rute TGV Sud-Est, Paris-Lyon. Kereta cepat yang beroperasi di Perancis ini dirancang khusus agar kompatibel dengan sistem perkeretaapian yang sudah ada sebelumnya. Walaupun ide pengadaan TGV ini sudah muncul sejak tahun 1960-an, namun membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 20 tahun untuk bisa menghadirkan salah satu pionir kereta cepat di dunia ini.Baca Juga: Kereta Cepat Bi-Mode Shinkansen Siap Dirakit di Tanah Britania Rayalast_img read more

Majchrzak – Lehečka 4: 6, 6: 1, 6: 2, Leheček’s ride…

first_imgJiří Lehečka is fighting in Prostějov for a place in the finals Ludek Perina, ČTKlast_img

Don’t rush it, ISSA! – UWI researcher urges caution with student-transfer regulations

first_img NCAA SCHOLARSHIPS She reported that research shows that student athletes from schools with track-and-field programmes of high repute tend to get scholarships to National Collegiate Athletic Association Division 1 universities, while those from smaller high schools often go to US junior colleges. “The transition rate for leaving from a junior college to senior college is less than two per cent, and the transition period is about four years. After about four years, most people don’t transition,” she added. She suggests a five-year timeline in which emerging schools could bolster their academic programmes enough to give student athletes better opportunities to qualify for better scholarships. “I would recommend, you see schools emerging, a Petersfield, Green Island, Bridgeport – Jazeel Murphy came from there – you start putting in remedial programmes in place. You look at these students and think about mentoring. But until you can do that, allow them to move.” She notes that such programmes are already in place in schools noted for track and field. “I know (schools like) Calabar, JC, KC have old boys, and they mentor those students”, she said. Irving, who has also partnered with Olympian Vilma Charlton to unearth the genetic background for, the Jamaican sprint prowess, says money is a key resource. “We have found in our research that finances is one of the major criteria that determines if you transition or if you don’t transition,” she said. “If you don’t have the money to support the health plan, the food and nutrition, the psychology, it means that you are going to be left behind.” That led to a singular conclusion. “Until those things are put in place, I don’t think we should have this transfer rule,” she surmised. “Yes, have the transfer rule, but develop a system to ensure that people are not victimised by this transfer rule,” she concluded. Dr Rachael Irving, research fellow at the University of the West Indies (UWI), thinks ISSA should wait before implementing its new transfer regulations. In the interim, schools with modest track and field programmes could be strengthened before the regulations come into force. Should ISSA, go ahead as planned, Irving projects that Jamaica will lose its edge in global sprinting and that youngsters will lose important opportunities. Irving’s suggestion is based on the findings of a 2016 UWI research project she spearheaded. “Only six per cent of those who run at the elite junior level transition to the senior level”, she explained. “Most of those who transition are from the athletic schools. As a matter of fact, looking at the data, about 0.05 per cent of those from the schools that aren’t equipped transition,” she revealed of the study entitled ‘Transitional Nurturing Determines Elite Performance in Sprinting.’ The study concluded that “students who attended high schools with well-established track-and-field programmes are more likely to represent Jamaica at the Olympics and World Championships”. Irving said that if the rules are implemented as planned, she projects that “another 10 years, if it’s like that, if it stays the same, then we will perform less”. Irving outlined the outlook of parents who entertain the thought of their children changing schools. “If I’m at a school where if I get sick, I can’t be taken care of, we have no network, I do not have the money to send my child or get a good doctor to see my child, I’m going to send that child somewhere, even though I’m emotionally attached to that child, where life will be better and eventually it will mean better for me. Maybe I’m not educated, but I see by sending my child to a Calabar, a KC (Kingston College), a JC (Jamaica College), the child will get an education, plus, the child might be a national representative”.last_img read more